Wandakss
@MuhammadWhanda
Aku yang sekarang sudah jauh lebih tegar, ketimbang aku yang dulu saat waktu kau tinggal kan.
You might like
Bangkitlah, tanpa harus menjatuhkan orang lain.
" BBM naik tinggi, susu tak terbeli. Orang pintar tarik subsidi, anak kami kurang gizi. " Kukira hanya lagu, ternyata kisah negeriku.
Sejatinya seseorang bukanlah apa yang ditampakkan kepadamu, tetapi apa yang dilakukan nya untukmu.
Ibuku berpesan, "Nak, jika kelak istrimu memasak untuk sahur, habiskan. Namun jika ia lelah, habiskan sisa berbuka sebelumnya. Dan jika tidak ada sisa, masak sendiri saja. Jika tidak mau, air putih saja. Jangan memaksanya memasak untukmu saat ia masih mengantuk dan lelah."
Badai pasti berlalu. Tetaplah berjuang dan bersabarlah selalu.
Atas segala bahagia, segala tawa yang pernah kita lahirkan bersama, Segala luka, Segala hal-hal baru yang kau beritahu, Dan segala rencana kita yang tidak pernah jadi nyata, Terima kasih. Aku tak pernah menyesal pernah mendampingimu. vt.tiktok.com/ZSdRxrWQ4/?k=1
Di aku yang penuh kekurangan ini, kamu tetap memilihku. Lantas buat apa lagi aku mencari? Segala gelap dan gagalku, kalah oleh maafmu. Dan buatku, kamu itu lebih daripada yang dulu pernah aku minta kepada Tuhan. Bersamamu aku cukup.
Gak semua harus ada jawabannya dalam waktu dekat. Terkadang ada beberapa yang butuh waktu lama untuk bisa kamu mengerti. Atau bahkan, ada pertanyaan yang kamu hanya bisa menerima, lalu biarkan waktu yang entah kapan menjawabnya.
Selalu ada yang lebih baik dariku. Lebih rupawan, lebih mampu membelikan kamu banyak hal. Begitupun sebaliknya, akan selalu ada yang lebih baik darimu. Lantas, apakah bertahan selama ini belum cukup kuat untuk membuktikan bahwa hanya kamu yang aku mau?
Aku sudah siap dgn segalanya. Kegagalan setelah berusaha. Sakit hati. Rasa bosan di tengah perjalanan. Berusaha dari awal lagi. Masa depan yg belum tentu bahagia. Baik dan burukmu. Masa depan dan segala masa lalumu. Aku mau. Aku tetap mau mencintaimu meski dgn semua risiko itu.
Suatu saat mendengar namanya, kau biasa saja. Suatu saat pertanyaan tentang kenapa kalian, apa yang terjadi, dan di mana dia sekarang tidak lagi menjadi beban untuk diceritakan. Bahkan mungkin akan kau tertawakan.
Kamu boleh mengenakan apa pun. Memilih bergaya apa saja yg membuatmu suka. Pergi ke tempat yg kamu takuti dan aku menemani. Memilih kudapan yg terkadang menjadi pantangan tapi aku juga ada di sana. Bersamaku; kamu bisa menjadi apa pun yang kamu mau. Dan aku tetap mencintaimu.
"Kematian yang tak berarti, kebencian tanpa henti, rasa sakit yang tak pernah berakhir, itulah perang." - Nagato (Pain Akatsuki)
Ada kalanya berpisah tak berarti buruk. Sekarang kalian tidak lagi saling melukai. Mungkin selama ini kalian bertahan hanya karena sudah terlanjur lama. Padahal, diam-diam menahan luka. Tak apa. Tidak usah dipaksa.
Jangan salah, aku selalu berharap kamu bahagia. Meski aku tau ia tak bisa selucu dan semampu aku dalam membuatmu tertawa, tapi tetap bahagialah. Kamu berhak untuk itu.
Jika memang melepasku itu mudah, aku mohon bantu aku. Tolong menghilanglah. Hapus semua akses di mana aku bisa mencarimu. Diam atau bahkan tak usah pedulikan keadaanku. Tutup semua kesempatan di mana aku bisa gila lalu nekat mencarimu. Bantu aku. Ini masih sangat sulit untukku.
Aku harap ada satu waktu di mana bumi berhenti berputar, lalu kita dipaksa bertemu, saling menjelaskan tanpa bisa sedikitpun menutupi apa yg selama ini kita simpan diam2. Dan setelah itu, semua kembali seperti biasa. Bedanya, kita jadi sama2 tau apa yg salah dgn kita kemarin.
Kalau sama kamu, kayaknya galeri hapeku bakal penuh sama fotomu semua daripada foto-fotoku sendiri.
Sabar. Pelan-pelan. Usahakan bisa berjalan dengan seimbang dulu. Biarin orang lain sudah lari jauh. Tak apa. Setiap orang punya waktunya sendiri-sendiri. Sabar. Mendakilah perlahan. Jangan jadikan bahagia orang lain adalah patokan bahagiamu. Jangan.
Ketika sedang mengaduk seduhan kopi saset malam tadi, saya berhenti sebentar untuk menulis puisi ini. Berkenankah kalian membacakannya? Berikut adalah beberapa larik dari sebuah puisi lata yang saya beri nama, “Dedak Tutur si Bajingan.”
Sabarku, kau rasa selalu kurang. Usahaku, kau anggap tak pernah maksimal. Khawatirku, kau bilang itu tuduhan. Cemburuku, kau anggap tak beralasan. Setiaku, kau cemoohkan. Hadirku, kau hiraukan. Suatu saat, Akan ada hari di mana kau akan berada di posisiku hari ini.
United States Trends
- 1. #TheTraitorsUS N/A
- 2. #911onABC N/A
- 3. Warsh N/A
- 4. #thepitt N/A
- 5. Abigail N/A
- 6. #TNAiMPACT N/A
- 7. Eddie N/A
- 8. #LGRW N/A
- 9. Mark Aguirre N/A
- 10. Ian Cunningham N/A
- 11. Candiace N/A
- 12. Patrick Kane N/A
- 13. Yam Yam N/A
- 14. langdon N/A
- 15. Iron Lung N/A
- 16. whitaker N/A
- 17. Christopher N/A
- 18. Cooper Flagg N/A
- 19. Dillon Brooks N/A
- 20. Tyrese Maxey N/A
You might like
Something went wrong.
Something went wrong.